Jumat, 19 Juli 2013

Malaysia Memilih!


Saya tiba di KL Sentral jam 3 dini hari, waktu Malaysia sambil menunggu teman yang datang menjemput saya ditemani dengan supir-supir taxi yang tidak bosan-bosannya menawarkan jasa, dan saya pun tidak bosan-bosannya untuk menolak. Saran saya jika anda travelling sendirian dan tiba dini hari kalau tidak ada yang jemput atau kenalan lebih baik menginap di transit hotel, atau yang lebih murah tidur di bandara. Tapi ada satu hal yang menarik perhatian saya saat tiba di Kuala Lumpur, ada banyak selebaran dan poster seperti lambing partai. Bisa saja Malaysia bakal melaksanakan pemilu dalam waktu dekat tidak lam kemudian saya melihat gerombolan pemuda dengan motor-motor besar berkampanye, jujur ada sedikit rasa takut saat mereka lewat, karena saya pikir mereka geng motor. Tidak lama kemudian teman saya datang menjemput.

Selama di perjalanan teman saya bercerita tentang pemilihan umum yang akan berlangsung di Malaysia hari itu juga, karena saya tiba 5 Mei 2013 dini hari, pemilihan umum diadakan pagi harinya. Itu sebabnya teman saya pada dini hari itu juga pulang kampung, dia pulang ke Malaka, yang merupakan tujuan pertama saya di Malaysia, kalau dihitung-hitung saya menghemat budget karena menumpang dengan teman. Saya bakal nulis tentang Malaka di postingan lain.

Pemilihan Umum di Malaysia berbeda dengan di Indonesia. Sampai dengan pemilu masih bisa mengkampanyekan partai yang jadi partisipan pemilu tetapi tanpa orasi, jadi membawa spanduk,poster, atau bendera partai masih bisa sampai hari pemilu. Kalau di Indonesia, seminggu sebelum pemilu sudah mulai pembersihan semua atribut kampanye. Satu lagi yang saya rasa unik dari pemilu di Malaysia, walaupun berbeda partai dan membawa atribut masing-masing partai, mereka berdiri bersebelahan dan kampanye dengan cara yang damai. Teman saya bilang , walau berbeda partai mereka masih satu kampung jadi harus tetap rukun.

Teman saya juga mengatakan bahwa pemilu kali ini merupakan pemilu yang paling ketat persaingannya dan kali ini rakyat Malaysia benar-benar ingin memilih karena mereka ingin merubah Malaysia. Di pemilu Malaysia kali ini ada dua partai yang berpartisipasi partai koalisi pemerintah, Barisan Nasional dan partai oposisi, Pakatan Rakyat, yang merupakan gabungan dari 3 partai yaitu Partai Kesejahteraan Rakyat, Partai Islam Se-Malaysia, dan Partai Aksi Demokratik (DAP).

Ada satu kejadian menarik saat saya berada di Malaysia, pertama kalinya saya melihat secara langsung mobil dilempar petasan, pukul 4 dini hari, di depan warung nasi india muslim di daerah bangsar. Jelas saja kejadian ini berbahaya tapi untungnya tidak ada korban jiwa karena kejadian ini. Mobil yang dilempar petasan tepat di belakang mobil teman saya, saat kami lihat, mobil itu membawa bendera salah satu partai oposisi, bisa jadi itu penyebab pelemparan petasan tersebut. Saya sempat takut, kalau besok bakal jadi kerusuhan, tapi ternyata sampai hari pemilihan aman-aman saja, walau saat mendengar berita di radio, ditemukan banyak pemilih palsu yang merupakan imigran dari Bangladesh di tempat pemungutan suara.

Kalau di Indonesia hasil pemilu bakal diketahui 2 minggu kemudian, di Malaysia hasilnya didpat lebih cepat, wajar saja Indonesia jauh lebih besar dari Malaysia. Saya menemani teman saya memilih di Malaka, pada malam hari untuk melihat hasilnya saya kembali ke Kuala Lumpur. Sepertinya malam itu Malaysia tidak tidur, semua orang duduk di depan TV melihat hasil pemilu mereka. Tapi sampai terakhir saya melihat hasilnya, Barisan Nasional menang, namun di beberapa daerah, partai oposisi menguasai perolehan suara. Apapun hasilnya saya berharap itu yang terbaik untuk rakyat Malaysia.

Jika melihat betapa semangatnya rakyat Malaysia untuk memilih, rasanya saya tidak begitu peduli dengan negara saya sendiri, dimana saya tidak punya niat untuk memilih sama sekali, tapi bukan berarti saya akan terus menerus menjadi seorang golongan putih, hanya saja saat ini belum ada satu sosok pun yang saya yakin bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik . Saya tidak ingin asal-asalan saat memilih karena saya tidak mau dipimpin dengan orang yang asal-asalan juga nantinya.

Pemilu di Malaka, bendera kecil dimana mana..